Ini adalah Laman Utama TPP Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah

  • Siklus Perencanaan Desa

    Siklus perencanaan desa adalah serangkaian tahapan yang melibatkan pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan masyarakat secara partisipatif untuk menyusun rencana pembangunan yang sistematis, transparan, dan akuntabel

  • Penggunaan Dana Desa

    Perencanaan dana desa melibatkan proses perencanaan yang baik yang melahirkan pelaksanaan program yang baik, dan pada gilirannya menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Proses perencanaan ini harus melibatkan seluruh komponen masyarakat desa dan diikuti dengan tatakelola program yang baik. Dana desa yang bersumber dari APBN ditujukan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan kemasyarakatan

  • Koperasi Desa Merah Putih

    Kopdes Merah Putih adalah program pemerintah, yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, untuk membentuk Koperasi Desa/Kelurahan di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput

  • Badan Usaha Milik Desa (BUMDES)

    Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memiliki peran sentral dalam pengembangan dan pembinaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Peran ini mencakup aspek legalitas, regulasi, pelatihan, pendampingan, hingga penyaluran bantuan

  • Pemerintah Kabupaten Bener Meriah

    Bener Meriah adalah sebuah kabupaten di Provinsi Aceh yang dikenal dengan julukan "Bumi Sengeda" dan merupakan penghasil salah satu kopi terbaik di Indonesia. Berada di dataran tinggi Gayo, daerah ini menawarkan keindahan alam dan udara yang sejuk

Simpang Layang Tuntaskan Musrenbangdes 2026, Siap Susun RKPDes Partisipatif

 

Simpang Layang, 20 Oktober 2025 – Pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Desa Simpang Layang dan Penyusunan RKPDes tahun anggaran 2026 berjalan sukses. Acara penting dalam menentukan arah pembangunan desa ini dilaksanakan pada hari Senin, 20 Oktober 2025, bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Desa Simpang Layang.

Musrenbangdes ini menjadi wadah untuk menjaring aspirasi dan kebutuhan masyarakat secara langsung, yang nantinya akan menjadi dasar penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2026.

Kehadiran dan Partisipasi Aktif Masyarakat

Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, baik dari internal maupun eksternal desa. Perwakilan dari Kecamatan Timang Gajah turut hadir, diwakili oleh Bapak Darmawan selaku Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (Kasie PMK). Kehadiran beliau menegaskan dukungan dan koordinasi antara pemerintah kecamatan dengan desa dalam perencanaan pembangunan.

Selain itu, turut hadir pula Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) yang siap memfasilitasi dan memastikan proses Musrenbangdes berjalan sesuai regulasi dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Musrenbangdes ini dipimpin langsung oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atau Petue Kampung, menjadikannya forum resmi yang mengedepankan prinsip demokrasi dan keterwakilan. Peserta yang hadir meliputi anggota BPD, Kepala Kampung, Imam Kampung, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, kader kesehatan/pembangunan, serta berbagai lapisan masyarakat.

Total peserta yang tercatat hadir mencapai 46 orang, dengan komposisi yang menunjukkan partisipasi gender yang cukup baik, yaitu 18 orang perempuan dan 28 orang laki-laki. Partisipasi ini penting untuk memastikan usulan pembangunan mengakomodasi kebutuhan semua kelompok.

Proses dan Hasil Musrenbangdes

Dalam sesi pleno, berbagai usulan program dan kegiatan pembangunan dari masing-masing dusun dan kelompok masyarakat disampaikan. Usulan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga sosial budaya.

Seluruh usulan yang telah disampaikan akan dirumuskan dan dikaji lebih lanjut oleh Tim Sebelas (Tim 11) yang akan segera dibentuk. Tim 11 ini bertugas untuk menyusun Rancangan RKPDes tahun 2026, memastikan usulan yang prioritas, layak, dan sesuai dengan visi pembangunan desa Simpang Layang terakomodasi.

Pencapaian Musrenbangdes di Tingkat Kecamatan

Bedel Kampung (Plt. Kepala Desa) Simpang Layang Bapak Ali Hasan menyampaikan apresiasi atas kelancaran pelaksanaan Musrenbangdes. Ia juga mengungkapkan, dengan terlaksananya Musrenbangdes di Simpang Layang, berarti sudah 27 desa dari total 30 desa di wilayah tersebut yang telah menyelesaikan tahapan penting ini.

Bapak Darmawan (Kasie PMK Kecamatan Timang Gajah) menambahkan "Alhamdulillah, Simpang Layang menjadi bagian dari 27 desa yang telah melaksanakan Musrenbangdes. Kami berharap desa-desa yang belum, yakni Desa Bandar Lampahan, Desa Rembune, dan Desa Mude Benara, dapat segera menyusul agar seluruh perencanaan pembangunan tingkat desa dapat segera terintegrasi ke dalam perencanaan pembangunan kecamatan dan kabupaten," ujarnya.

Pelaksanaan Musrenbangdes ini diharapkan mampu menghasilkan RKPDes yang partisipatif, akuntabel, dan efektif dalam mewujudkan kemandirian serta kesejahteraan masyarakat Desa Simpang Layang di tahun-tahun mendatang.

~RD

Share:

Memasuki Babak Akhir, Musrenbangdes Timang Gajah Menetapkan Arah Pembangunan 2026


Timang Gajah, 17 Oktober 2025 – Pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di Kecamatan Timang Gajah untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2026 telah berjalan intensif sejak Awal September 2025. Mengingat jumlah desa yang banyak, proses ini menerapkan penyesuaian jadwal yang fleksibel, memastikan setiap desa memiliki waktu yang cukup untuk merumuskan usulan pembangunan secara partisipatif.

Proses Musrenbangdes tahun ini terasa semakin strategis karena desa-desa dihadapkan pada mandat penggunaan Dana Desa (DD) 2026 yang fokus pada prioritas nasional, termasuk dukungan signifikan terhadap program pemulihan ekonomi masyarakat melalui inisiatif Koperasi Desa Merah Putih.

Progres Pelaksanaan: Mayoritas Desa Tuntas
Hingga pekan ketiga Oktober, hampir seluruh desa di Kecamatan Timang Gajah telah merampungkan Musrenbangdes. Total sebanyak 27 desa telah melaksanakan forum penting ini, yang menjadi wadah penetapan program dan kegiatan prioritas yang akan didanai oleh DD 2026.

Daftar desa yang telah menyelesaikan Musrenbangdes mencakup :
Sumber Jaya, Bukit Mulie, Pantan Kemuning, Linung Bale, Bukit Tunyang, Gunung Tunyang, Timang Rasa, Lampahan Timur, Lampahan Barat, Mekar Ayu, Kulem Para Kanis, Bumi Ayu, Pantan Pediangan, Kampung Baru 76, Fajar Harapan, Damaran Baru, Kenine, Datu Beru, Tunyang, Suka Damai, Setie, Lampahan, Karang Jadi, Gegur Sepakat, Cekal Baru, dan Blang Rongka.

Satu desa lagi, Simpang Layang, telah menetapkan jadwal pelaksanaan pada Senin, 20 Oktober 2025, yang akan segera menyusul untuk melengkapi daftar desa yang tuntas berencana. Meskipun progresnya mencapai tahap akhir, terdapat tiga desa yang masih berproses dan belum menetapkan jadwal Musrenbangdes, yaitu: Bandar Lampahan, Rembune, dan Mude Benara. Pemerintah kecamatan terus mendorong perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) /Petue di ketiga desa ini untuk segera melaksanakan musyawarah, memastikan tidak ada keterlambatan dalam pengajuan RKPDes ke tingkat kabupaten.

Prioritas Dana Desa 2026: Dukungan Koperasi Desa Merah Putih
Fokus penggunaan Dana Desa 2026, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Permendesa PDT) tentang Prioritas Nasional, membawa kebijakan baru yang sangat signifikan, yaitu alokasi untuk Dana Talangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Berdasarkan hasil Musrenbangdes yang telah dilaksanakan, desa-desa di Timang Gajah wajib mengalokasikan:
  1. 30% Dana Desa untuk Dana Talangan Koperasi Desa Merah Putih: Ini merupakan prioritas utama untuk memperkuat permodalan dan ekonomi desa melalui koperasi, sejalan dengan program strategis nasional.
  2. Fokus Prioritas Nasional Lainnya: Selain KDMP, Dana Desa juga diprioritaskan untuk Ketahanan Pangan dan Hewani/Nabati: Minimal 20% dari DD.
  3. Penanganan Stunting dan Layanan Kesehatan Dasar Desa.
  4. Pengentasan Kemiskinan Ekstrem (melalui BLT Desa).
  5. Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal dan BUMDes.
  6. Dan lain-lain sesuai kebutuhan
Dengan alokasi besar untuk Dana Talangan KDMP, desa-desa di Timang Gajah berkomitmen untuk menjadikan koperasi sebagai pilar utama pemulihan dan penguatan ekonomi pasca-pandemi, sekaligus memastikan program pembangunan infrastruktur yang bersifat mendesak tetap dilaksanakan dengan skema Padat Karya Tunai (PKTD) untuk menyerap tenaga kerja lokal. Musrenbangdes ini menjadi bukti keseriusan Kecamatan Timang Gajah dalam menata masa depan desa yang mandiri dan berdaya saing pada tahun 2026.
Share:

Dana Ketahanan Pangan Rp140 Juta Desa Digulirkan BUMDes untuk Budidaya Cabai Nano Unggulan Aceh

 

Bumi Ayu – Kampung Bumi Ayu sebuah wilayah dengan potensi agraris yang menjanjikan, mengambil langkah strategis dan berani dalam mengelola alokasi Dana Ketahanan Pangan tahun anggaran ini. Melalui Musyawarah Desa, total anggaran sebesar Rp140.000.000,- (Seratus Empat Puluh Juta Rupiah) telah ditetapkan sebagai Penyertaan Modal Desa untuk dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Alokasi dana yang cukup besar ini diarahkan untuk satu program unggulan yang telah melalui kajian mendalam: Budidaya Intensif Cabai Nano.

Dari Aceh ke Lahan Desa: Potensi Cabai Nano

Cabai Nano, atau yang dikenal luas sebagai varietas cabai rawit jumbo, dipilih sebagai komoditas utama. Pemilihan ini didasarkan pada tingginya permintaan pasar lokal dan regional, serta nilai jualnya yang cenderung stabil dan menguntungkan. BUMDes secara khusus mengusahakan bibit unggul varietas ini yang diklaim memiliki produktivitas tinggi, dengan referensi utama pada bibit berkualitas dari Aceh.

Direktur BUMDes menjelaskan bahwa besarnya anggaran ini memungkinkan BUMDes untuk berinvestasi pada infrastruktur penunjang yang lebih mumpuni. "Dengan Rp140 juta, kami tidak hanya membeli benih dan pupuk, tetapi juga membangun sistem sederhana yang efektif dan membeli peralatan pertanian modern yang dapat menunjang efisiensi kerja. Ini adalah investasi jangka panjang," tegasnya.

Optimalisasi Lahan dan Manajemen Mutu

Proyek ini dilaksanakan di atas lahan milik desa yang telah disiapkan seluas 3.750 meter persegi, atau ekuivalen dengan enam gulung mulsa besar. Meskipun luasannya terukur, fokus utama adalah pada manajemen mutu dan intensifikasi pertanian.

Penggunaan anggaran yang besar memastikan bahwa seluruh kebutuhan produksi, mulai dari pengolahan tanah, pemupukan dasar organik dan anorganik yang seimbang, pemasangan mulsa, hingga kebutuhan pestisida nabati dan kimia (jika diperlukan), dapat terpenuhi secara optimal. Manajemen yang baik dari BUMDes diharapkan dapat menghasilkan panen Cabai Nano dengan kualitas premium dan kuantitas maksimal di setiap musimnya.

Pemberdayaan Warga Melalui PKTD

Komitmen sosial tetap menjadi prioritas. Meskipun anggaran yang dikelola besar, fokus BUMDes dalam pelaksanaan tetap mengedepankan prinsip Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Untuk tahap operasional awal, BUMDes merekrut lima (5) orang tenaga kerja lokal dari kelompok warga kurang mampu atau pengangguran.

Tenaga kerja ini bertanggung jawab penuh mulai dari tahap persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan harian, hingga proses pemanenan. Skema PKTD ini memastikan bahwa Rp140 juta tersebut tidak hanya menjadi modal usaha, tetapi juga langsung berkontribusi pada peningkatan daya beli lima keluarga di Kampung Bumi Ayu.

PLD Jalaluddin_TMG


Share:

Hari Perempuan Desa Sedunia

Sobat Desa, Perempuan desa hadir sebagai penggerak utama pembangunan. 🌾

Dengan ketangguhan, kreativitas, dan kepedulian, mereka menjaga keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Selamat Hari Perempuan Desa Sedunia!
Keterlibatan perempuan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan desa menjadikan pembangunan lebih inklusif


 

Share:

Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Blang Rongka


Blang Rongka - Musyawarah rencana pembangunan desa atau musrenbangdes kampung blang rongka tahun 2025 dan penyusunan RKP tahun 2026 yang berlangsung di gedung serbaguna desa blang rongka hari Kamis tanggal 2 Oktober 2025.

Dalam acara ini dihadiri masing-masing perwakilan baik itu dari aparatur Kampung sepenuhnya, Petue kampung, masing-masing perwakilan dusun para kader, Guru TPA, Imam Kampung dan turut juga dihadiri oleh pihak kecamatan, Babinsa, dan bhabinkamtibmas.

Dalam musyawarah ini telah menghimpun beberapa usulan ataupun atensi dari masing-masing perwakilan diantaranya:

1. Penggunaan Dana Talangan untuk Koperasi Desa Merah Putih.
2. Rehabilitasi kamar mandi perempuan.
3. Pengadaan baju wisuda untuk anak-anak pengajian.
4. Alat pengeras suara untuk acara Posyandu.
5. Perluasan tanah untuk sekolah TK.
6. Pembangunan rampak beton di Dusun buge maju
7. Pembangunan jembatan mini 2 unit.
8. Rehabilitasi fasilitas olahraga bola voli.
9. Pembangunan gedung untuk fasilitas pemuda (teratak desa)
10. Perluasan jalan lingkungan.
11. Perbaikan fasilitas air bersih secara khusus dan tidak bercampur dengan masyarakat umum.

Dari usulan di atas nantinya akan disepakati dan akan dibentuk tim 11 untuk penyusunan RKP tahun 2006.

PLD_Romian Deasky_TMG
Share:

Mendes Yandri Pastikan Manfaat Program MBG Sampai ke Ibu Hamil dan Anak Desa


Mendes Yandri pastikan MBG akan turut dinikmati oleh masyarakat desa. Khususnya oleh anak-anak dan masyarakat desa.

Selain memastikan program MBG, Mendes Yandri juga memaparkan berbagai upaya pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran di desa, di antaranya melalui Program Desa Ekspor, Desa Wisata, dan Ketahanan Pangan.



 

Share:

Hari Bakti Pendamping Desa

Hari Bakti Pendamping Desa diperingati setiap tanggal 7 Oktober. Tanggal ini ditetapkan secara resmi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). 

Sejarah dan penetapan

Awal mula: Peringatan ini diresmikan melalui Keputusan Menteri Desa Nomor 110 Tahun 2022 tentang Hari Desa.

Alasan pemilihan tanggal: Tanggal 7 Oktober dipilih karena merupakan momen pertama kalinya pendamping desa diterjunkan untuk bertugas pada tahun 2016. 

Tujuan dan makna

Peringatan ini memiliki tujuan dan makna penting, antara lain:

  • Apriasi: Memberikan penghargaan dan penghormatan kepada para pendamping profesional desa atas kontribusi mereka dalam membangun dan memberdayakan masyarakat desa.
  • Memuliakan profesi: Mengakui dan memuliakan peran pendamping desa sebagai profesi yang berdedikasi tinggi.
  • Membangun desa: Mengingat kembali peran vital pendamping desa dalam mendampingi masyarakat dan perangkat desa, serta menggerakkan semangat gotong royong.
  • Meningkatkan integritas: Mendorong para pendamping desa untuk terus meningkatkan integritas dan pengabdian dalam setiap langkah kecil yang mereka lakukan di desa.
  • Mendukung pembangunan nasional: Mengingatkan peran pendamping desa dalam merealisasikan berbagai rencana aksi pemerintah, seperti "Asta Cita" Kemendes, untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. 

Share:

Total Tayangan Halaman

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Arquivo do blog

Find Us On Facebook


Ad Home

ads home

Random Posts

Recent Posts

About me

Tags

Categories

Recent Comments

Ads

Popular Posts

Popular Posts

Categories

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Link Web Blog Desa

Ads Support